Save Pecel Semanggi

Kalau anda termasuk salah satu penikmat fasilitas jalur car free day Ahad pagi di area Taman Bungkul Surabaya, maka mestinya sudah tidak asing lagi dengan pecel semanggi. Salah satu kuliner legendaris Surabaya ini banyak dijajakan di sana. Sangat pas untuk mengisi kekosongan perut sembari menikmati hijaunya taman terbaik se Asia tahun 2013 itu. 
Meski tampilannya jauh dari kesan mewah, namun semanggi Surabaya sejatinya sangat layak direkomendasikan sebagai menu sarapan sehat mengingat komposisi yang tersaji di dalamnya. Meski terkadang penjaja semanaggi berkreasi untuk menciptakan berbagai varian kuliner semanggi, namun menu intinya tetaplah sama yaitu daun semanggi, kerupuk puli, dan kecambah. Adapun bumbu semanggi Surabaya berbeda dengan pecel umumnya. Jika pecel menggunakan sambal kacang, maka bumbu semanggi adalah perpaduan ketela rambat, gula merah, dan kacang tanah. Rasa bumbunya yang khas di lidah dengan dominasi rasa ketela inilah yang membuat pecinta kuliner khususnya di Surabaya bisa mengidentifikasi keaslian sajian kuliner pecel semanggi.
Dulu, pecel semanggi yang menurut sejarahnya berasal dari Benowo dan Manukan Surabaya Barat itu termasuk dalam daftar icon kuliner Surabaya. Sampai-sampai ada yang bilang,"Belum ke Surabaya kalau belum makan pecel semanggi." Serupa dengan semboyan,"Belum ke Surabaya kalau belum ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Wonokromo." Hanya saja, seiring dengan modernisasi zaman, popularitas pecel semanggi senasib dengan KBS. Sulitnya memperoleh daun semanggi membuat pemasaran pecel semanggi mengalami penurunan. Untuk mengatasi kelangkaan daun semanggi, penjual pecel semanggi kadang mengakalinya dengan daun semanggi yang bukan tumbuh liar di sungai atau sawah, tetapi hasil budidaya. Bahkan tak jarang juga isi pecel semanggi hanya mengandung sedikit daun semanggi dan lebih banyak sayuran lainnya.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pengelola kota Surabaya. Jika setiap HUT Surabaya selalu diadakan festival rujak uleg, perlu dipertimbangkan juga untuk mengadakan even yang menampilkan pecel semanggi sebagai menu utamanya. Upaya penyelamatan ini penting bukan saja agar para penjaja semanggi tidak semakin kehilangan keran penghasilannya tetapi juga untuk mengembalikan nama besar pecel semanggi khususnya di kalangan generasi muda Surabaya.

Komentar